Allah Baik, Allah Maha Baik
Aku dan suamiku menikah melalui ta’aruf. Kami hanya bertemu tiga kali sebelum akad, itupun dengan sangat menjaga batasan. Selama masa ta’aruf, kami tidak saling berinteraksi langsung. Tidak ada chatting, tidak ada telepon, semuanya melalui perantara. Bahkan, kami baru bertukar nomor telepon setelah akad, di atas pelaminan.
Itu adalah salah satu doa yang telah Allah kabulkan. Sejak sebelum menikah, aku benar-benar menjaga diriku. Di dalam handphone-ku, tidak ada satu pun nomor laki-laki, hanya akhwat yang ku kenal. Setelah setiap shalat, aku selalu memanjatkan doa: meminta suami yang menjaga dan melindungiku, sejak awal hingga akhir perjalanan kami.
Dan Allah menjawab doaku dengan cara yang begitu indah.
Kini, kami masih menikmati kebersamaan, merasakan manisnya kasih sayang dalam bingkai pernikahan. Aku yakin, setiap takdir yang Allah tetapkan adalah yang terbaik. Jika saat ini kami belum dikaruniai anak, aku percaya Allah tengah mempersiapkan waktu yang paling tepat.
Seperti Dia telah mempersatukan aku dan suamiku, dengan kasih sayang-Nya, Dia pasti akan menghadirkan amanah itu ketika kami siap.
Terima kasih, ya Allah. Engkau Maha Baik.
-----------------------------------------------
🖊️🦋 asma_dzatun_nithaqaini

Komentar
Posting Komentar