Ampunan Jawaban-Mu.


Setumpuk Khilaf yg terukir,

Menjadi saksi diri yg fakir,

Setitik pengabdian yg sedikit,

Sebagai tanda jiwa yg sakit.


Keras. . .gumpalan itu membeku,

Cerminan semua tingkah dan laku,

Menjadi gelap kau warnai kalbu itu,

Setiap saat titisan doa berlaku.


Dalam harap suara lirih menyeru,

Penyesalan serta pengakuan diri, 

Dari semua keji yang telah berlalu.


Dan terdengar ampunan jawaban-Mu,

Tetaplah sama setiap waktu, Yaa Ibadi,

"Janganlah kau putus asa dari rahmat-Ku"

Sungguh tidakkah kau malu pada dirimu itu?.


------------------------

🖊️@aljalury96

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Allah Baik, Allah Maha Baik

Menanti Sang Buah Hati