Menanti Sang Buah Hati
Sore itu, Mentari duduk di teras rumahnya, menatap langit yang perlahan berubah jingga. Hembusan angin sore mengelus lembut wajahnya yang tampak letih. Sudah berulang kali ia mendengar kata-kata yang menusuk hatinya, pertanyaan yang sama dari orang-orang sekitar, "Kapan punya anak?" atau lebih menyakitkan lagi, "Hidup kalian pasti sepi tanpa buah hati."
Mentari menghela napas panjang. Di sampingnya, suaminya, Raka, menggenggam tangannya erat, seolah ingin menyalurkan keteguhan dan cinta yang tak terbatas. Mereka telah bertahun-tahun menikah, namun hingga kini belum dikaruniai seorang anak. Bukan karena mereka tidak menginginkannya, tetapi takdir belum mempercayakan mereka anugerah itu.
"Apa kita salah?" bisik Mentari lirih.
Raka tersenyum, "Tidak ada yang salah. Kita hanya sedang menjalani cerita yang berbeda dari mereka."
Mentari terdiam. Ia teringat kisah Sayyidah Aisyah, istri Rasulullah yang mulia, yang tidak pernah melahirkan, namun kemuliaannya tak pernah pudar. Ia juga teringat kisah Nabi Zakaria yang bertahun-tahun menanti hingga akhirnya Allah memberinya Yahya. Semua datang pada waktu yang tepat, tanpa keluh kesah.
Ia mulai menyadari bahwa kebahagiaan bukan diukur dari jumlah anggota keluarga. Banyak yang memiliki anak namun tetap merasa sendiri, dan ada pula yang tanpa anak namun penuh dengan kebahagiaan. Ia pun belajar bahwa takdir bukanlah sesuatu yang bisa diukur dengan pandangan manusia, melainkan sebuah rahasia yang disusun oleh-Nya dengan penuh kebijaksanaan.
"Kita akan baik-baik saja," ujar Mentari dengan suara lebih mantap. "Jika saat ini masih berdua, maka ini yang terbaik. Jika nanti Allah menghendaki lebih, itu juga anugerah."
Raka mengangguk, matanya berbinar bangga melihat keteguhan hati istrinya. Mereka tahu, hidup ini bukan soal memiliki segalanya, tetapi tentang menerima dan mensyukuri apa yang telah diberikan.
Sore itu, Mentari menatap langit dengan perasaan yang lebih ringan. Tak lagi ada beban dari kata-kata orang lain, tak ada lagi luka dari prasangka. Ia telah menemukan cara untuk hidup bahagia, dengan menerima dan merayakan setiap takdir yang Allah gariskan untuknya.
-----------------------------------------------
🖊️🦋 asma_dzatun_nithaqaini

Komentar
Posting Komentar