Hikmah di Balik Kemudahan
Pagi itu, Rani duduk di teras rumahnya sambil menyeruput teh hangat. Angin sepoi-sepoi mengelus wajahnya, menenangkan hatinya yang akhir-akhir ini dipenuhi berbagai perenungan. Ia teringat perjalanan hidupnya, bagaimana Allah telah memudahkan banyak hal baginya.
Rani adalah seorang wanita yang kini mantap berhijrah. Dahulu, ia sangat menyukai gemerlap dunia, mengikuti tren, dan tak begitu peduli pada agama. Namun, suatu hari Allah memberinya hidayah. Ia mulai menutup aurat dengan sempurna, meninggalkan musik yang dulu selalu menemaninya, dan berusaha menjalankan hidup sesuai ajaran Islam. Segalanya terasa lebih ringan baginya, seolah semua jalan menuju kebaikan terbuka tanpa hambatan.
Namun, ada satu hal yang kini ia sadari. Di sekelilingnya, banyak orang yang masih berada di posisi yang pernah ia tempati dulu. Ada teman-teman yang masih enggan berhijab, ada saudara-saudaranya yang masih sibuk mengejar dunia, dan ada juga mereka yang belum mampu meninggalkan kebiasaan buruk. Dulu, ia sering merasa lebih baik dibanding mereka, menganggap mereka belum mendapatkan pencerahan yang sama.
Sampai suatu hari, ia bertemu dengan seorang wanita tua di masjid. Wanita itu tampak sederhana, dengan pakaian lusuh namun senyumnya begitu hangat. Mereka berbincang, dan dari percakapan itu Rani tersadar sesuatu yang menggetarkan hatinya.
"Nak, jangan pernah merasa lebih baik hanya karena Allah memudahkan jalanmu. Setiap orang memiliki ujian yang berbeda, dan cara mereka mendekat kepada-Nya juga tak sama. Bisa jadi mereka yang masih tertatih dalam ibadah justru lebih dicintai Allah karena kesungguhannya. Bisa jadi mereka yang kau anggap jauh, sebenarnya lebih dekat dengan-Nya melalui doa-doa yang tak pernah kau dengar."
Kata-kata itu menampar kesombongan yang tanpa sadar telah tumbuh di hati Rani. Sejak saat itu, ia berjanji untuk tak lagi meremehkan siapa pun. Kini, jika melihat seseorang yang masih mencari jalan, ia tidak lagi menatap mereka dengan pandangan sinis. Sebaliknya, ia memilih untuk mendoakan mereka dalam diam, agar Allah juga memudahkan jalan mereka, seperti yang telah Ia lakukan padanya.
Rani belajar satu hal penting dalam hidupnya: kemudahan bukan alasan untuk merendahkan. Sebab setiap perjalanan memiliki waktunya sendiri, dan hanya Allah yang tahu siapa yang akhirnya akan sampai lebih dulu di sisi-Nya.
-----------------------------------------------
🖊️🦋 asma_dzatun_nithaqaini

Komentar
Posting Komentar